Benih Online :
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan

Tanaman Paria atau Pare

Penulis : Admin on Jumat, 20 Desember 2013 | 15.45

Jumat, 20 Desember 2013

Sahabat Info Tanaman, Kesempatan kali ini, kita bicara masalah Tanaman PARIA, pasti kebanyakan dari kita sudah mengenal buah ini, apalagi ibu-ibu yang tugasnya masak di dapur pasti deh sudah tahu, dibawah ini Info tanaman ingin memberikan sedikit gambaran tentang Tanaman paria.


Paria yang di Jawa Tengah sering disebut pare, Jawa Barat paria, termasuk tanaman setahun yang merambat/menjalar dengan perantaraan alat pilin (seperti spiral).

Batangnya panjang dan kecil jika dibiarkan cabangnya banyak. Daunnya agak lebar dan menjari. Buahnya berwarna hijau dan ada juga yang berwarna putih.

Jika sudah tua warnanya merah kekuning-kuningan (orange). Pada kulit buah terdapat bintil-bintil seperti jerawat yang besar-besar. Besar dan panjang buah paria tergantung jenisnya. Ada yang mencapai 60 cm untuk jenis paria belut.

MANFAAT BUAH PARIA


Pada umumnya buah paria dimanfaatkan orang sebagai bahan pendamping makan nasi. Rasanya pahit sehingga dapat merangsang selera makan. Selain itu, paria memperlancar pencernaan, menyembuhkan penyakit demam, dan malaria. Daunnya dapat menurunkan demam pada balita dengan cara dibalurkan dengan bantuan air.

Buah paria dimakan dengan dibuat sambel goring, rending, dilalab dengan direbus dahulu, dan dapat pula dipakai campuran baso tahu.Manfaat untuk tubuh, paria dapat menambah kesehatan karena banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Jadi hampir setiap orang menyukai buah paria.

LINGKUNGAN YANG COCOK UNTUK PERTUMBUHAN PARIA

Sahabat Info Tanaman, Pada umumnya tanaman paria sangat cocok ditanam di dataran rendah, tetapi dapat tumbuh sampai ketinggian 1.000 m di atas permukan laut. Namun, jika ditanam di daratan tinggi, biasanya berbuah kecil-kecil dan kurang normal sehingga hasilnya pun kurang baik. Meskipun tanaman paria tidak memerlukan perawatan yang khusus, ada syarat-syarat itu, antara lain, sebagai berikut.

Tanahnya gembur banyak mengandung humus (serasah-serasah dedaunan yang sudah lapuk). Derajat keasaman tanahnya (pH0 antara 5-6. Untuk mengetahuinya dapat ditanyakan kepada dinas-dinas pertanian setempat. Waktu bertanam yang baik adalah pada awal musim hujan (bulan September/Oktober) atau pada awal musim kemarau (bulan Maret/April). Paria tidak menyukai tanah-tanah yang menggenang air. Paria tidak banyak memerlukan sinar matahari penuh sehingga dapat ditanam di lahan-lahan pekarangan.

JENIS-JENIS PARIA

Ada tiga jenis yang dikenal dan sudah banyak diusahakan petani yaitu paria putih, paria hijau, paria belut.

1. Paria Putih (Momordica charantia).
Buahnya bulat panjang, besar, dan berwarna putih. Pada permukaan kulitnya terdapat bintil-bintil seperti jerawat yang sangat besar. Jenis inilah yang banyak diusahakan petani dalam skala yang luas dan banyak digemari orang karena rasanya kurang pahit.
2. Paria Hijau (Momordica charantia). Buahnya lonjong, kecil, berwarna hijau dengan bintil-bintil yang agak halus. Rasanya pahit. Jenis ini banyak dibudidayakan di pekarangan rumah, karena daunnya dapat menyembuhkan penyakit panas dan demam pada balita dengan cara dibalurkan.
3. Paria Belut (Trichosanthes anguina). Buahnya bulat dan panjang sekali hingga dapat mencapai 60 cm. warnanya hijau tua dan tidak berbintil-bintil. Rasanya tidak begitu pahit. Jenis ini sering dibudidayakan dalam skala yang luas. Paria belut ini banyak sekali dibudidayakan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.




Sedikit ini ulasan dari Info Tanaman tentang tanaman paria, bila
Sahabat Info Tanaman, merasa kurang sahabat info tanaman bisa mencari info lewat google.com, dengan kata kunci "tanaman Paria", Oke selamat beraktivitas.. go green

" Siapa menanam kebaikan, maka dia akan memanen kebaikan pula"
komentar | | Read More...

Manfaat Pandan Wangi

Penulis : Unknown on Sabtu, 20 Juli 2013 | 07.14

Sabtu, 20 Juli 2013

Pandan Wangi, atau sering juga disebut pandan harum merupakan tanaman perdu dengan nama ilmiah Pandanus amaryllifolius Roxb. Tanaman pandan wangi dapat tumbuh hingga mencapai kurang lebih 2 meter. Apa saja manfaat dari pandan wangi ?

Pandan wangi memiliki batang yang bentuknya bulat dan memiliki cabang. Daunnya tunggal, berbentuk pita tipis yang licin. ujung daun runcing dengan tepian rata dan tulang sejajar. Panjang daun dapat mencapai 80 cm, dengan lebar antara 3-5 cm. Warna daun hijau.


Bagian Mana yang Bermanfaat dari Pandan Wangi ?

Yang sering digunakan dari tanaman ini adalah bagian daunnya.

Apa Saja Manfaat dan Khasiat dari Pandan Wangi ?

Pandan wangi berkhasiat untuk mengobati rambut rontok, menghilangkan ketombe, dan dipakai untuk menghitamkan rambut. Pandan wangi juga dapat digunakan untuk memperbaiki nafsu makan,serta mengurangi kegelisahan. Rematik dan pegal linu juga dapat dikurangi dengan pandan wangi.

Semoga bermanfaat.  



sumber : http://kitabherba.blogspot.com/2012/03/khasiat-pandan-wangi.html
komentar | | Read More...

Manfaat Tanaman Bunga Pukul 4

Penulis : Unknown on Kamis, 18 Juli 2013 | 07.00

Kamis, 18 Juli 2013

Jerawat adalah masalah yang sering muncul di kalangan ABG.  Banyak ramuan tradisional yang bisa dipakai untuk mengatasi masalah jerawat ini. Salah satunya tanaman untuk mengobati jerawat adalah buah dari bunga pukul empat. Buah Bunga Pukul Empat ini mengandung zat tepung.

Caranya: pecah buahnya kemudian kumpulkan dalam wadah untuk dibuat tepung bedak. Tepung bedak ini ditambah air, kemudian dioleskan pada wajah yang kena jerawat. Bedak tadi juga bisa digunakan untuk kulit yang terbakar.

Bunga Pukul empat merupakan tanaman tropis, yang dapat tumbuh sampai ketinggian 1.200 mdpl. Suhu yang disukai berkisar antara 26 - 30º C, meskipun suhu lingkungan sejuk, namun demikian juga membutuhkan sinar matahari yang cukup. Tanah yang dikehendaki untuk pertumbuhan Bunga Pukul Empat adalah tanah yang gembur, subur, dengan pH tanah 6 - 7. Tanaman ini biasa ditanam sebagai tanaman hias atau tumbuh liar, pada umur 3 bulan tanaman ini baru mulai berbunga. 

Bunganya seperti terompet kecil, warna bunga tergantung jenisnya, ada yang merah, putih, kuning, bahkan kadang­kadang dalam satu pohon terdapat warna campuran. Batangnya tebal dan tegak tidak berbulu dan banyak bercabang-cabang. Daunnya berbentuk seperti gambar hati berujung runcing dan panjangnya 3 - 15 cm. lebarnya 2 - 9 cm. Bijinya bulat berkerut, jika sudah masak berukuran 8 mm. Pada waktu muda bijinya berwarna hijau, kemudian berubah menjadi hitam kehitaman. Akhirnya pada saat matang bewarna hitam sepenuhnya. Akar mengandung betaxanthins. Buah mengandung zat tepung, lemak (4,3%), zat asam lemak (24,4%), zat asam minyak (46,9%).

Biasa digunakan sebagai obat topical (Pemakaian luar) : Untuk pembengkakan payudara (acute mastitis), bisul, koreng, luka terpukul, ezcema, lumatkan tanaman segar untuk pemakaian luar atau rebus dengan air secukupnya untuk cuci. Daun bersifat maturatif (mempercepat pematangan bisul).

bisul:
- Pada bisulnya dioleskan sedikit minyak kemiri. Daun kembang pukul empat dilayukan di atas api, kemudian dioleskan sedikit minyak kelapa, tengahnya dilubang dan letakkan di atas bisul.
- 10 lembar daun kembang pukul empat kemudian dicuci bersih, kemudian dilumatkan, ditambah air garam secukupnya, tempelkan pada bisul dan daerah di sekelilingnya, Ialu dibalut.
- Akar segar dibuang kulitnya, kemudian dilumatkan dan ditambah gula aren. Tempelkan pada bisulnya, sehari diganti 2 x (dua kali).
Keputihan:
Akar Bunga Pukui Empat segar 10 gram, Air secukupnya, Dibuat jus atau dipipis. Dikompreskan pada bagian yang sakit. Diulang selama 7 hari.


Infeksi saluran kencing/prostatitis, radang amandel, kencing manis (diabetes melitus), kencing berlemak, keputihan (leucorrhea), erosi mulut rahim (cervical erosion), dan radang sendi akut (acute arthritis) 
Rebus 9—15 g kering atau 15—30 g segar akar Bunga pukul empat dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring air rebusan dan minum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.
komentar | | Read More...

Manfaat Tanaman Pacar Air

Penulis : Unknown on Senin, 15 Juli 2013 | 19.48

Senin, 15 Juli 2013

Pacar air berasal dari India. Di Indonesia ditanam sebagai tanaman hias, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar.

Terna berbatang basah dan tegak ini mempunyai tinggi 30-80 cm dan bercabang. Daun tunggal, bertangkai pendek. Helaian daun bentuk lanset memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, dan warnanya hijau muda. Bunga keluar dari ketiak daun, warnanya bermacam-macam, seperti merah, oranye ungu, dan putih. Bunganya ada yang engkel dan ada yang dobel. Buahnya buah kendaga, jika masak akan membuka menjadi lima bagian yang terpirih.

Sifat dan Khasiat
Biji pacar air rasanya pahit, pedas, sifatnya hangat, dan sedikit toksik. Berkhasiat sebagai penghenti perdarahan (hemostatis), meningkatkan fungsi pencernaan, mempunyai efek melunakkan massa yang keras (tumor), antikangker, peluruh haid, dan mempermudah persalinan (parturifasien).

Akar berkhasiat antiradang, peluruh haid (emenagog). Daun berkhasiat penghilang nyeri (analgesic), antiradan. Bunga berkhasiat peluruh haid, abortivum, dan membuyarkan bekuan darah.

Kandungan Kimia
Biji mengandung saponin dan fixel oil (terdiri dari �-spinasterol, �-ergosterol, balsaminasterol, parinaric acid, minyak menguap, quercetin, derifat kaempferol, dan naphthaquinon). Bunga mangandung anthocyanins, cyaniding, delphinidin, pelargonidin, malvidin, kaempherol, quercetin. Akar mengandung cynadin mono-glycoside.

Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah biji, daun, bunga, dan akarnya.

Indikasi Biji (jizingzi) digunakan untuk mengatasi:

* terlambat haid,
* kesulitan melahirkan,
* rasa tersumbat di tenggorokan,
* bengkak akibat terbentur (memar),
* tumor perut, dan
* kanker saluran cerna bagian atas.

Bunga digunakan untuk mengatasi:

* terlambat haid, dan
* bengkak karena gumpalan bekuan darah.


Daun digunakan untuk mengatasi:

* keputihan (leukorea), dan
* nyeri haid.
* Akar digunakan untuk mengatasi:
* rematik, leher kaku, sakit pinggang,
* terlambat haid,
* tertusuk tulang atau benda tajam di kerongkongan.

Cara pemakaian untuk obat y ang diminum, siapkan biji pacar air sebanyak 3-10 g. untuk kanker, gunakan biji sebanyak 15-60 g sekali rebus. Untuk bunga, rebus sebanyak 3-6 g . daun dan akar, rebus masing-masing sebanyak 15-30 g.

Untuk pemakaian luar, giling bunga segar sampai halus, lalu tempelkan ketempat yang sakit, seperti bisul, rematik sendi, radang kulit bernanah, bengkak akibat gumpalan bekuan darah (hematoma), dan gigitan ular. Gilingan daun tulang patah (faktur) dan radang pinggir kuku (cantengan). Air rebusan daun bisa digunakan untuk mencuci luka dan merangsang pertumbuhan rambut.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian.

* Pada percobaan binatang, rebusan biji pacar air dapat mencegah kehamilan.

* Rabusan biji pacar air dapat meningkatkan frekuensi kontraksi uterus kelinci terisolasi yang tidak hamil.

Contoh Pemakaian

* Keputihan (leukorea)
Rebusan daun pacar cina segar (30-60g) dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum dua kali, masing-masing setengah gelas.

* Terlambat haid
o Cuci bersih akar pacar air segar sebanyak 4-5 bongol, potong-potong tipis. Rebus dengan empat gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari tida kali, masing-masing setengah gelas.
o Siapkan bunga paar air segar dan rimpang temu putih (Curcuma zedoaria) (masing-masing 6 g), herba ginjean (Leonurus sibiricus) (30 g), dan daun iler (Coleus scutellarioides) segar (10 lembar). Cuci semua bahan, lalu iris tipis ripang temu putih. Masukkan ke dalam panci email, rebus dengantiga gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sehari tiga kali, masing-masing setengah segelas.

* Bengkak akibat gumpalan bekuan darah (hematoma) Cuci bunga pacar air segar (5-8 kuntum), lalu giling sampai halus . tambahkan arak putih secukupnya, lalu turapkan ke bagian yang bengkak. Balut, ganti 2-3 kali sehari sampai bengkaknya mengempis.

* Tertusuk tulang di kerongkongan
Cuci akar pacar air yang segar, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya, kunyah dan telan dengan air hangat.

Catatan

* Untuk menghindari keguguran, ibu hamil dilarang minum rebusan herba ini.
* Jika digunakan lebih dari satu minggu, bisa menimbulkan rasa kering di mulut, mual, dan tidak nafsu makan.
Gangguan tersebut akan hilang dengan menurunkan dosis atau menghentikan pengobatan selama 2-3 hari.
* Bunga segar yang dicampur dengan sedikit tawas dapat digunakan untuk mewarnai kuku. Caranya, giling bunga dan tawas sampai halus, lalu turapkan pada kuku dab balut. Buka keesokan harinya dan kuku sudah berwarna. Tawas bisa diganti dengan air kapur atau perasan jeruk sitrun.
komentar | | Read More...

Som Jawa

Penulis : Unknown on Kamis, 04 April 2013 | 00.56

Kamis, 04 April 2013

B. Manfaat Som Jawa
1. Akar Som Jawa dapat dimanfatkan :
- Sebagai tonikum, yang dapat dimanfaatkan pada kondisi badan lemah, berkeringat dingin dan pusing.
- Aphrodisiak (obat kuat).
- Batuk dengan dahak dan darah, radang paru - paru.
- Diare, banyak kencing.
- Haid tidak teratur, keputihan.
- Air Susu Ibu (ASI) sedikit.
2. Daun Som Jawa dapat dimanfaatkan :
- Sebagai obat bisul dan memperlancar Air Susu Ibu (ASI)
komentar (1) | | Read More...

Pengunjung Blogku

Follower

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Info Tanaman . All Rights Reserved.
Design Template by Benih-Online | Support by creating website | Powered by Blogger